Pandu Wibowo
PKS (Partai Keadilan Sejahtera) merupakan partai Islam terbesar di
Indonesia. Selain itu partai ini pun memiliki kader kader yang sangat
solid dalam menjalankan mesin partai di masyarakat. Saya berpandangan
bahwa mendirikan partai politik merupakan bagian dari dakwah mereka.
Karena perlu kita ketahui, Islam mengajarkan tata cara mengatur sebuah
kehidupan yang baik di dunia.
Awal pertemuan saya dengan PKS adalah sebuah fenomena yang tidak akan
pernah saya lupakan. Saya terlahir di tengah tengah keluarga yang boleh
di katakan adalah keluarga yang harus memisahkan agama dan politik.
Terutama ayah saya, beliau berpandangan jika partai Islam ikut ke
politik, maka partai Islam tersebut harus memikul beban yang sangat
berat. Politik itu kotor (tegas ayah saya), jika partai telah terkena
tinta hitam politik itu sulit di hilangkan. Dan yang nantinya buruk pun
adalah Islam itu sendiri. Argumen ayah saya tersebut pun saya cerna,
tapi perlahan saya tertantang untuk membuktikan kepada ayah saya, bahwa
masih ada partai yang mampu tidak terkena tinta hitam tersebut yaitu
PKS.
Pertemuan pertama saya dengan PKS karena berawal dari halaqoh tarbiyah
mereka. Awalnya saya tidak mengetahui pengajian ini adalah PKS, tapi
perlahan ilmu yang saya dapat dari liqo tersebut sangat sangat
bermanfaat bagi diri saya. Di dalam liqo tersebut saya banyak
mendapatkan ilmu dan jati diri saya. Saya sebagai orang realis tidak
mengambil mentah mentah apa yang saya dapat, tapi lama kelamaan saya
sadar bahwa saya telah terjebak di telaga ilmu mereka. Saya tidak
melihat partai lain bahkan partai Islam manapun di Indonesia yang
mendidik para calon calon kadernya dengan sangat perhatian dan detail.
Karena PKS tidak hanya menyiapkan kader kadernya ke kursi politik
melainkan juga ke masyarakat.
Mungkin itu sedikit cerita dari saya, sekarang saya akan mencoba
menganilsa apakah PKS merupakan partai yang mampu sukses dengan
memiliki kader kader yang solid? Dalam studi politik yang saya tekuni,
ada yang namanya spektrum politik dalam sebuah ideologi politik. Tingkat
paling tinggi adalah elit, kader, dan simpatisan. Tapi ketika kita
melihat PKS, tingkat dan kekuatan utama PKS adalah kader bukan elitnya.
Mengapa demikian? Karena PKS tidak berpatok pada satu orang, kekuatan
PKS yang sebenarnya ada di kader. Jadi jika ada elit PKS terkena
masalah, itu tidak akan menggoncangkan kekuatan PKS, karena mereka
memiliki kader yang solid dan mampu menjadikan sebuah musibah menjadi
sebuah berkah.
Pada tahun 1999 awalnya PK hanya mendapat 7 kursi di DPR sehingga pada
pemilu 2004 PK tidak bisa lolos pemilu, dan mau tidak mau PK harus
mengganti nama dan lambang partai. Akhirnya pun pada tahun 2004 PK
bertansformasi menjadi PKS. Pada tahun 2004 kursi yang didapat PKS
meningkat menjadi 45 kursi dari total kursi 550. Dan pada tahun 2009
kursi PKS semakin bertambah menjadi 57 kursi dari 560 kursi yang
diperbutkan dalam Pemilu Legiselatif. Dari jumlah kursi yang didapat PKS
dari pemilu 1999 sampai pemilu 2009 terlihat jelas bahwa PKS adalah
satu satunya partai yang konsisten tidak mengalami penurunan jumlah
kursi. Ini membuktikan bahwa kader kader PKS berhasil menjalankan mesin
partai di masyarakat.
Kesolidan kader kader PKS semakin terlihat, karena partai ini adalah
partai yang tidak pernah terpecah menjadi beberapa bagian. Bisa kita
lihat Golkar yang terpecah menjadi Hanura, Gerindra, Nasdem. Kemudian
PPP yang terkenal dengan ke Islamannya pun terpecah menjadi PKB, padahal
mereka berlatar berlakang Islam pula. Sedangkan PKS tetap pada satu
jalur dimana mereka tetap bersatu walau di tengah badai sekalipun.
Selain itu partai ini pun selalu menjadi garda terdepan yang membantu
korban bencana. Saat partai partai lain sibuk dengan urusan
kepolitikannya sehingga mereka lambat membantu masyarakat. Tapi PKS
memiliki dua ruang yang terpisah dalam satu beranda. Ruang pertama ada
kader yang harus fokus pada satu titik yaitu politik, dan ruang yang
satunya ada kader yang di persiapkan terjun ke masyarakat dalam kondisi
apapun. Ini yang tidak di miliki partai lain, ini membuktikan bahwa PKS
tidak hanya ingin berpolitik tapi juga harus memberi perhatian lebih
kepada rakyat Indonesia.
Jika kita memandang PKS, mungkin kesolidan yang mereka tampilkan
terlebih dahulu. Salah satu contoh real adalah ketika mereka menghadapi
masalah, sebut saja kasus Luthfi Hasan Ishaq. PKS mampu mengolah masalah
tersebut dengan sebuah keberhasilan, bukti menunjukan kader yang di
usungnya di Jabar dan Sumut berhasil memenangkan Pemilukada dalam
kondisi badai politik yang di terimanya. Jika Anas mangatakan masih ada
lembar lembar berikutnya yang akan di buka oleh dia terhadap partai
Demokrat tapi tidak kepada Luthfi Hasan, beliau hanya mengatakan bahwa
masalah dan ujian itu adalah cara Allah menaikan derajat kita bersama.
Kesimpulannya adalah satu kata dari saya untuk PKS, yaitu “Aku Mencintai
PKS karena Allah”. Partai ini mendidik kadernya bukan hanya menjadi
pemimpin tapi juga pemandu bagi masyarakat Indonesia. Banyak memang yang
bisa menjadi pemimpin tapi sedikit dari pemimpin pemimpin tersebut bisa
menjadi pemandu. Sikap selalu dekat dan melayani serta pembelajaran dan
pengamalan ajaran Islam yang direalisasikan dalam segala tindakanya
adalah sebuah kebaikan dalam dakwahnya. Sikap ke ikhlasan dalam
berdakwah karena Allah mungkin adalah salah satu kunci kekuatan mereka
dari segala badai yang diterima. Dalam Al Quran dikatakan bahwa “Hai
orang orang yang beriman, jika kaliang menolong (agama) Allah, niscaya
Dia akan menolong kalian dan mengukuhkan kedudukan kalian” (QS. Muhammad
{47}: 7) ***


23.27
PKS KLAPANUNGGAL


0 comments:
Posting Komentar