Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Tampilkan postingan dengan label palestina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label palestina. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 November 2012

Gaza, Bersiaplah Hadapi Serangan Darat Pasukan Ini


21 November 2012, 09:04.JAKARTA, Rabu (SahabatAlAqsha.com | Berbagai sumber):

Menlu Turki Ahmet Davutoglu Masuk dan Nangis Bersama Saudara-saudara di Gaza


21 November 2012, 05:55.
Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu saat ta’ziyah di Gaza
JAKARTA, Rabu (Sahabatalaqsha.com):  Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu tiba di Gaza kemarin hari Selasa, 20/11, demi menunjukkan solidaritas bangsanya dengan bangsa Palestina di Gaza yang tengah diserang dengan brutal oleh Zionis Israel.
Para menteri negara-negara Liga Arab, dipimpin oleh Nabil Elaraby, memang sudah menyerukan dibentuknya segera misi ke Gaza.
Di dalam Gaza, Menlu Turki mendatangi rumah-rumah warga yang anggota keluarganya syahid dalam bombardment Zionis untuk menyampaikan ta’ziyah dan ikut menangis bersama keluarga yang sedang berduka.  (OH/Sahabat al-Aqsha)

Biadab! Zionis Siramkan Senjata Kimia ke Gaza

21 November 2012, 05:43.
JAKARTA, Rabu (Sahabatalaqsha.com): Kementerian Kesehatan Gaza menkonfirmasi, Zionis ‘Israel’ sudah menggunakan senjata kimia bom fosfor putih dalam serangan-serangannya terhadap Gaza selama sepekan ini. White phosphorous bombs adalah satu dari sekian senjata kimia yang terlarang secara internasional yang digunakan Zionis sekarang ini, dan sudah pula digunakannya pada pergantian tahun 2008 – 2009 lalu dalam penyerangan Operation Cast Lead.
Sebelumnya, pada Ahad 18/11 lalu, pemerintah Gaza sudah menuduh penjajah Zionis menggunakan bom-bom racun berbahaya dalam berbagai serangannya ke Gaza selama beberapa hari lalu. Jurubicara kemenkes Gaza, Dr Ashraf al-Qudra, mengutuk bukan saja penggunaan kekerasan yang luar biasa oleh Zionis Israel demi menjatuhkan sebanyak mungkin korban di antara rakyat biasa, tetapi juga penggunaan bom-bom tersebut.
Pada hari Sabtu 17/11, Persatuan Komite Pelayanan Kesehatan (Union of Health Care Committees) menyatakan, penjajah Zionis sengaja mentarget wanita dan anak-anak Gaza dengan menggunakan senjata-senjata terlarang secara internasional. Besarnya korban tewas dan luka-luka di kalangan anak-anak menunjukkan bahwa Yahudi Zionis sengaja mentarget orang sipil, terutama anak-anak.
Hamas menyatakan bahwa penghancuran rumah keluarga Salah di utara Jalur Gaza yang menyebabkan cederanya 30 orang warga adalah bukti bahwa Zionis Israel secara sistematis mentarget warga sipil. (OH/Sahabat al-Aqsha)

Hamas: ‘Hentikan Serangan, Cabut Blokade, Baru Kita Gencatan Senjata’

20 November 2012, 05:19.
JAKARTA, Selasa (Sahabatalaqsha.com): Pimpinan Hamas Khalid Misy’al menegaskan di Kairo pada Senin 19/11 kemarin, Zionis ‘Israel’ harus menghentikan serangan ke Jalur Gaza dan mencabut blokade sebagai bayaran atas gencatan senjata dengan para mujahidin.
“Kami tidak menolak gencatan…tapi harus ada tuntutan yang jelas… pada prinsipnya, kebrutalan dan agresi Israel harus segera dihentikan dan pengepungan atas Gaza dicabut,” ujar Misy’al dalam jumpa pers di Kairo.
“Mesir menerima permintaan dari pihak Amerika, Eropa dan langsung dari Israel untuk mengusahakan gencatan. (Tapi) mereka menyerang lalu meminta gencatan karena kalkulasi mereka meleset,” kata Misy’al lagi.
Pihak Zionis membantah meminta gencatan senjata. (OH/Sahabat al-Aqsha)
Khalid Misy’al

Sabtu, 03 Maret 2012

Akhirnya Parlemen Mesir Setujui Pasok Listrik ke Gaza


Komisi urusan Arab di Dewan Perwakilan Rakyat Mesir, Kamis (01/03/2012) merekomendasikan untuk mengkaji ulang masalah perlintasan antara Mesir dan Gaza untuk urusan kemanusiaan.

Parlemen merekomendasikan pengiriman bahan bantuan untuk rakyat seperti kebutuhan akan bahan bakar untuk listrik di Gaza, di saat pemerintah Israel tidak komitmen dengan ketentuan kemanusiaan tidak mau memenuhi kebutuhan mendasar rakyat sebagai wilayah terjajah.

Wakil komisi urusan Arab di parlemen Mesir, Jamal Hanafi mengatakan, Mesir wajib memenuhi kewajibanya melanjutkan program kemanusiaan dengan memberikan bantuan kemanusiaan lewat perlintasan Rafah.

Sementara di sisi lain, Deputi Menteri Luar Negeri Mesir, Baha Dasuki mengatakan, walau Jalur Gaza merupakan sentral keamanan bagi Mesi, namun negeri ini masih memperlakukanya sebagai wilayah jajahan. 

Mesir harusnya mendesak dunia internasional melakukan tanggung jawabnya mengakhiri blokade Gaza agar bantun internasional bisa mengalir ke sana.

Dikutip Palestine Information Centre (PIC), deputi mengungkapkan tentang penderitaan yang dialami rakyat Gaza dibawah blokade. Seperti masalah ekonomi, sosial dan kesehatan. Tidak adanya aliran listrik mengakibatkan sejumlah rumah sakit berhenti beroperasi, efeknya beberapa rencana operasi ditunda. Demikian juga dengan sektor pendidikan yang mengalami krisis akibat tidak adanya kebtuhan sekolah yang mendasar.

hidayatullah.com

Sabtu, 18 Februari 2012

Haniyah Lakukan Komunikasi untuk Selesaikan Masalah Listrik Gaza


http://www.timesofummah.com/wp-content/uploads/2012/01/Ismail-Haniya.jpg
PM Palestina Ismail Haniyah menegaskan bahwa selama melakukan kunjungan luar negeri dia sudah membahas masalah krisis listrik yang dialami Jalur Gaza. Dia berharap terjadi komunikasi untuk menemukan solusi segera bagi masalah yang dialami Jalur Gaza.

Haniyah mengatakan, pemerintahnya sedang melakukan komunikasi intensif untuk mengatasi masalah ini. “Kami akan memantai masalah ini. Kami semua berharap pada hari-hari mendatang ada penyelesaikan terhadap penderitaan yang dialami setiap warga ini,” imbuhnya.

Dia menyatakan sudah melakukan pembicaraan dengan beberapa negara tentang kemungkinan impor bahan bakar khusus untuk pembangkit listrik secara gratis melalui Mesir. Ada beberapa negara yang menunjukan kesiapannya untuk masalah ini.

Dia menyatakan sebuah delegasi pemerintahnya akan bertolak ke Qatar dalam beberapa hari ke depan untuk membuat jadwal, rincian dan langkah-langkah konkrit untuk merekonstruksi Jalur Gaza. Dia menegaskan bahwa negara-negara lain menunjukkan kesiapannya untuk mendukung Palestina di Jalur Gaza dan mengatasi dampak yang ditimbulkan akibat perang dan agresi Zionis.

Ada usulan pembangunan sebuah kota untuk para mantan tawanan yang dibebaskan dalam pertukaran tawanan. “Kami sampaikan kepada salah satu negara Arab semacam keputusan persetujuan untuk membangun kota ini secara penuh di atas tanah sumbangan salah seorang warga,” ungkap Haniyah. [infopalestina/asw]

ASPAC Adakan Sosialisasi GMJ Indonesia


http://www.gmjindonesia.com/images/33036062global%20march.jpg
 Bertempat di hotel Grand Sahid Jakarta (14/12) ASPAC (Asia Pacific Community for Palestina) menggelar sosialisasi rencana “Global March to Jerusalem” dengan mengundang beberapa perwakilan institusi kemanusiaan maupun lembaga-lembaga lain yang peduli dengan permasalahan Palestina, khususnya Jerussalem yang hingga kini masih menderita di bawah pendudukan Israel.

Pertemuan ini dihadiri lebih dari perwakilan 25 ormas dan lembaga Islam maupun non Islam, antara lain Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII), Ikatan Da’i Indonesia (IKADI), Sahabat Al Aqsha, Pemuda Katolik, Sarikat Islam Indonesia, Mathla’ul Anwar, ACT, Persatuan Umat Islam (PUI), Persatuan Islam (PERSIS), KNRP, ADARA, WAFA, Wanita Islam, Salimah dan lain-lain.

Dalam sambutan pertama yang disampaikan oleh Bahtiar Nasir sebagai perwakilan Organisasi Asia Pasific Community for Palestine (ASPAC) disebutkan, “Perjuangan yang akan kita lakukan, meliputi seluruh faktor. Baik faktor kemanusiaan, faktor agama, juga politik. Jadi kita memperkirakan ke depan langkah ini mungkin akan penuh konflik dan intrik. Namun, yang diperlukan adalah kebersamaan kita semua untuk peduli terhadap Palestina yang masih terjajah. Kita berjalan dan bergerak bersama dalam aksi nyata membantu mereka.” 

Global March to Jerusalem yang disingkat menjadi GMJ merupakan aksi pawai besar-besaran yang akan diikuti dari utusan masyarakat dunia dari Asia, Afrika, dan Eropa menuju Yerusalem atau ke titik terdekat yang mungkin dicapai. Heri Efendi selaku Panitia GMJ Indonesia dalam pertemuan ini menyampaikan bagaimana runtut perjalanan koordinasi hingga akhirnya, organisasi ASPAC dipilih oleh Panitia Eksekutif GMJ yang berlokasi di London, hingga komunikasi efektif yang dilakukan dengan Kaukus Palestina dari DPR RI. “Hasil komunikasi kami baik dengan Panitia Pusat maupun dengan pihak Kaukus Palestina DPR RI, sepakat menunjuk Saudara Ahmad Zainuddin selaku Koordinator delegasi Indonesia untuk aksi GMJ ini.” Penunjukan Panitia Pusat GMJ terhadap Zainuddin juga dikaitkan betapa aksi ini akan memiliki singgungan dengan KBRI di empat negara tetangga Palestina seperti Mesir, Lebanon, Yordania dan Suriah. Karena itulah, diperlukan koordinator perwakilan yang bisa mewakili kepentingan diplomatik tersebut agar memudahkan akses dan ragam kerja dalam aksi ini. 

Heri kemudian menyampaikan, bahwa ide ini bukanlah ide baru yang digagas oleh masyarakat yang peduli dengan kemanusiaan. Sebelumnya berbagai elemen dunia sudah beberapa kali menggagas berbagai aksi internasional untuk mendesak Israel agar menghentikan pendudukan, perampasan atas tanah Jerussalem, dan juga menjauhi steror dan intimidasi terhadap penduduk sipil di Jerussalem. “Namun aksi-aksi itu tidak membuat Israel tergerak sedikitpun,” ujarnya. Karena itu, sambung Heri, “GMJ kembali digagas agar dunia kembali malkukan konsolidasi dan menghapuskan penjajahan Israel atas tanah Jerussalem dan Palestina secara keseluruhan.” 

Ahmad Zainuddin, yang berbicara selaku Koordinator utusan Indonesia di GMJ, menyampaikan filosofi penentuan tanggal 30 Maret dipilih sebagai moment aksi GMJ. Dijelaskannya, karena tanggal tersebut bertepatan dengan peringatan ke 36 “Palestinian Land Day” atau hari bumi Palestina, di mana di hari itu terjadi penumpasan berdarah demonstran Palestina oleh militer Israel pada tahun 1976. Pada tanggal bersejarah inilah, ratusan ribu rakyat Palestina bergerak menunaikan sholat di masjid Al-Aqsa dan masjid Kubbah Shakhrah. Bersama ini pula, ratusan ribu warga Arab, muslim dan para peserta Pawai Internasional lainnya bergerak menuju perbatasan Palestina.

Dijelaskannya, GMJ awalnya bermula dari obrolan para aktifis kemanusiaan di dalam beberapa pertemuan, paska meletusnya revolusi Arab yang disebut Arab Spring. Ketika itu, dibentuklah komite pusat dari berbagai negara, dari 13 orang anggota. Dari sana, ada sekitar 100 tokoh berbagai negara yang memberikan dukungannya. Dukungan itu berbuah pada pertemuan perdana utusan beragam negara pada Desember 2011, kemudian dilanjutkan pada Bulan Januari 2012 dan kelak akan dilakukan technical meeting pada 26-27 Februari.

Informasi tentang GMJ Indonesia bisa dilihat di situs www.gmjindonesia.com. Dan bagi masyarakat Indonesia yang ingin bergabung dalam pawai ini, baik dengan memberikan dukungan media, dana, diplomasi maupun dukungan lainnya dalam bentuk keterlibatan bisa berkomunikasi dengan tim koordinator GMJ Indonesia, Heri Efendi di +6281316419334 atau Iskandar +6281398035162. Atau bisa juga melalui email : gmjindo@gmail.com.

Percepat Penghancuran Al-Aqsha, Israel Gunakan Zat Kimia


Syaikh Kamal Khotib, wakil ketua gerakan Islam di wilayah jajahan 48 mengungkapkan, pemerintah Israel mempercepat proses penggalian dibawah Masjid Al-Quds dengan menggunakan zat kimia.

Dalam pernyataan persnya, Selasa (14/2) Khotib mengatakan, tujuan menggunakan zat kimia tersebut guna mempercepat proses peleburan, terutama pada bebatuan yang menyangga Masjid Al-Aqsha, sebagai awalan menuju penghancuran Al-Aqsha dan dibangunnya kuil Sulaiman di atas reruntuhan.

Jaringan terowongan yang berada di bawah Al-Aqsha sangat membahayakan posisi masjid. Gerakan apapun atau ledakan bagaimanapun kecilnya, semacam gempa-gempa kecil-kecilan sangat mungkin meruntuhkan Al-Aqsha. Inilah yang diinginkan lembaga Al-Aqsha yang merupakan obsesi mereka untuk menghancurkan Al-Aqsha secara alami. [ifp/asy/im]

Abu Zuhri: Israel Langgar Kesepakatan Pertukaran Tawanan


http://muslimdaily.net/file/images/abuzuhri.jpg
Jubir Hamas, Sami Abu Zuhri menganggap langkah Israel menangkap dua eks tawanan yang dibebaskan dalam pertukaran tawanan lalu sebagai pelanggaran berbahaya.

Dalam rilis yang diterima Pusat Informasi Palestina, Selasa (14/2) Abu Zuhri menuntut pihak Mesir sebagai sponsor pertukaran tawanan untuk menuntut tanggung jawab mereka atas pelanggaran ini dan menjamin pembebasan dua orang tersebut.

Abu Zuhri memperingatkan keras Israel supaya menghentikan langkah berbahaya ini, dan mendesaknya untuk membebaskan dua tawanan tersebut, dan jika tidak maka Israel akan bertanggung jawab penuh atas dampak yang diakibatkan oleh pelanggaran ini.

Pasukan Israel telah menangkap dua eks tawanan, Aiman Sharawana dan Aiman Abu Daud, keduanya termasuk yang dibebaskan dalam deal pertukaran tawanan antara gerakan Hamas dan Israel. [infopalestina/qm]

RS Indonesia di Gaza InsyaAllah Rampung Akhir 2012


Islamedia - Pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza, Palestina, terus berlanjut. 

Diharapkan pada akhir tahun ini, pembangunan sudah bisa rampung semuanya. “Kami cukup optimistis pengerjaan rumah sakit ini bisa tepat waktu. Insya Allah, Desember sudah jadi bangunannya,” kata Presidium Medical Emergency Rescue Commitee (MER-C), Joserizal Jurnalis, di Jakarta, Senin (13/2). 

Joserizal menjelaskan, sejauh ini proses pembangunan sempat dihadang sejumlah kendala. Selain masalah cuaca, ia juga meng aku, blokade yang dilakukan Israel telah membuat suplai barang bangunan menjadi terhambat. 

“Kita memang sempat terlambat sekitar sebulan kemarin ini. Tapi, mudah-mudahan semuanya bisa berjalan lancar,” ujarnya. 

Rima Manzanaris, manajer operasional MER-C, menjelaskan, untuk pembangunan rumah sakit ini, pihaknya membagi ke dalam tiga tahapan. 

Pada tahap pertama, di lakukan pengerjaan struktur, lalu tahap kedua, mengerjakan arsitektural, mekanikal, dan sistem keelektrikan. Sedangkan, tahap terakhir mengisi kebutuhan buat operasional rumah sakit. 

Untuk pengerjaan struktur, sudah dikerjakan sekitar delapan bulan lalu. Tenaga ahlinya berasal dari Indonesia. Sedangkan, untuk tenaga lapangan, menggunakan pekerja lokal. Biaya yang disedot dari pengerjaan tahap pertama ini sekitar Rp 10 miliar. Luas bangunan yang dikerjakan pada tahap pertama ini seluas 9.200 meter persegi, bangunannya terdiri dari 2,5 lantai. 

Pengerjaan tahap pertama telah mencapai 83 persen. Untuk pendanaan pembangunan membutuhkan biaya Rp 30 miliar, termasuk untuk isi rumah sakit. Sementara, dana yang kini terkumpul dari sumbangan warga Indonesia baru sekitar Rp 19,5 miliar. Menurut Rima, semua dana itu berasal dari donasi masyarakat Indonesia, tak ada sama sekali dari pemerintah. 

Menurut Rima, rumah sakit ini nantinya memiliki daya tampung hingga 100 tempat tidur, Selain itu, juga akan ada ruang ICU, X-Ray, bengkel pembuatan tangan dan kaki palsu, serta ruang rehabilitasi.

“Kami rencanakan rumah sakit tersebut sebagai trauma centre untuk menampung korban perang,” katanya. Trauma di sini maknanya pengobatan dilakukan untuk korban patah tulang, kaki, dan sebagainya. 

Bila kelak rumah sakit selesai, maka akan menjadi bangunan unik di Gaza. Sebab, rumah sakit dirancang dengan bentuk segi delapan seperti Qubbah Sakhra dekat Masjid al-aqsha. Di samping itu, kebanyakan bangunan di sana berbentuk kubus. Lokasi rumah sakit, jelas Rima, berada di dekat perbatasan Gaza dengan tanah jajahan Israel. 

Selain MER-C, yang berkontribusi melalui rumah sakit, ada Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (Kispa). Menurut Ketua Kispa, Ferry Nur, penduduk Gaza masih membutuhkan bantuan kemanusiaan karena Israel masih tetap memblokade daerah itu. Sekarang, cuaca di Gaza sangat dingin dan ia memperoleh informasi cuaca bisa mencapai minus 10 derajat Celsius.

Warga Gaza membutuhkan pakaian hangat untuk melawan hawa dingin itu. Bantuan lainnya dibutuhkan oleh mereka. Ferry menuturkan, pihaknya telah mengirimkan bantuan dana dari masyarkat Indonesia.


Belum lama ini, jelas dia, Kispa berencana masuk ke Gaza namun tak diizinkan masuk oleh Pemerintah Mesir. Meski demikian, bantuan yang sudah disiapkan tetap bisa masuk ke Gaza.
Sebab, jelas Ferry, Kispa bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan lain yang bergerak di wilayah tersebut. Pada Desember 2011 hingga Januari 2012 terdapat Rp 150 juta yang dikirimkan ke Gaza.

Ia juga meminta warga Indonesia selalu mengingat dan membantu warga Gaza. “Itu bisa dengan doa maupun dana.“

Ferry mengatakan, hingga saat ini Kispa juga menyosialisasikan program wakaf Alquran mushaf al-Aqsa untuk mengingatkan umat Muslim di Indonesia akan nasib masjid tersebut yang terancam tergusur Israel. Sudah ada 10 ribu orang yang berpartisipasi dalam program ini.[rep/fer/im]

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates