DEPOK - Tokoh bangsa KH
Hasyim Muzadi, yang juga sesepuh Nahdlatul Ulama (NU), memaparkan
kriteria Gubernur Jabar 2013-2018 menurut kacamatanya. Menurutnya,
pemimpin provinsi berpenduduk terbesar di Indonesia ini --yang dikenal
agamis-- wajib sosok yang memahami utuh dunia pendidikan umum, serta
peduli pada kemajuan pesantren. KH Hasyim Muzadi menegaskan kriteria itu
saat ditanya wartawan di Depok, Jabar, Jumat (11/1), soal bagaimana
sepatutnya warga Jabar dalam memilih pemimpin dalam Pemilihan Umum
Kepala Daerah atau Pemilihan Gubernur (Pilgub) yang segera digelar pada
24 Februari nanti. Baginya, memilih pemimpin metodanya sederhana, namun
jangan sampai keliru menetapkan kriteria.
"Kriteria pemimpin; asal dia mau melihat
umat melibihi dirinya," tukas mantan Ketua Pengurus Besar NU (PBNU).
Intinya, menurut tokoh umat ini, pemimpin harus rela berjuang untuk
orang banyak, melebihi perhatiannya pada diri sendiri. Karenanya, ulas
KH Hasyim memberi panduan kepada warga Jabar, warga sepatutnya memilih
kandidat Pilgub 2013 yang memiliki rasa pengorbanan yang lebih tinggi
dibanding kontestan lain.
Mengenai kunjung Calon Gubernur (Cagub)
Jabar 2013-2018 Ahmad Heryawan ke Pesantren Mahasiswa Al-Hikam
Depok/Sekolah Tinggi Kulyatul Qur'an Al-Hikam Depok yang diasuhnya, pada
Jumat (11/1), salah seorang tokoh sentral NU ini menegaskan, seluruh
Cagub Jabar dapat berkunjung ke Al-Hikam Depok. "Tapi yang Gubernur kan
cuma satu; Heryawan. Dia meninjau ke sini (adalah) kewajibannya, dan
saya wajib untuk menghormatinya," ujar KH Hasyim Muzadi.
Cagub Heryawan, saat berada di Pondok
Mahasiswa Al-Hikam Depok, berdialog dengan para penghafal Al-Quran
(hafidz). Di sini, Heryawan --yang juga hafidz-- berbagi ilmu dengan
santri yang sejak belia sudah menghafal Al-Quran 30 juz.
Aher Mohon Nasihat KH Hasyim Muzadi Untuk Jabar Terbaik
Calon Gubernur (Cagub) Jawa Barat
periode 2013-2018 Ahmad Heryawan mengunjungi Sekolah Tinggi Kullyatul
Qur'an (STKQ) Al-Hikam Depokn di Kecamatan Beji, Depok, Jabar, Jumat
(11/1). Heryawan tiba sekitar pk 14:00 WIB, diterima pengasuh Sekolah
Tinggi Al-Hikam KH Hasyim Muzadi. Usai beramah-tamah, Cagub Heryawan
atau Aher menjelaskan kepada wartawan, kunjungannya ke Al-Hikam untuk
mengetahui lebih dekat perkembangan sekolah tinggi yang kerap disebut
Pondok Mahasiswa Al-Hikam. Aher berada di pondok ini sekitar dua jam.
Menjawab wartawan soal silaturahimnya
dengan sesepuh Nahdlatul Ulama (NU), Aher mengatakan, dirinya meminta
bimbingan KH Hasyim. "Sebagai orangtua, sebagai tokoh nasional, wajar
saya sebagai anak muda meminta wejangan dari beliau untuk menatap masa
depan yang lebih baik. Saya minta nasihat bagaimana terus membangun Jawa
Barat yang semakin maju," ujar Heryawan --yang juga Gubernur Jabar.
Mengapa memilih mantan Ketua Pengurus
Besar NU (PBNU) KH Hasyim Muzadi? Aher mengatakan, visi dirinya dalam
membangun Jabar adalah kemajuan yang dilandasi nilai moral. Kemajuan
Jabar yang dikehendaki yakni perkembangan seluruh aspek kesejahteraan
masyarakat, yang berbasis religi. "Warga Jabar kan relijius, dan KH
Hasyim Muzadi jelas tokoh yang tepat dimintai bimbingan," tambahnya.
Dalam kunjungan ke STKQ Al-Hikam,
Heryawan didaulat KH Hasyim untuk memberi kuliah umum kepada mahasiswa
penghafal Al-Quran. Saat memperkenalkan, tokoh senior NU menyebut Aher
sebagai gubernur muda yang juga intelektual muslim. "Kang Aher ini
mengenyam pendidikan agama di dalam dan luar negeri. Dia juga birokrat
yang memiliki pengalaman di pemerintahan. Jadi, ilmunya bukan cuma dari
Kitab Suci, tapi juga pengetahuan yang diperoleh selama memimpin daerah.
Seluruh mahasiswa patut memberi perhatian pada materi yang akan
disampaikan," ungkap KH Hasyim yang pernah menjadi Calon Wakil Presiden
(Cawapres) bersama Megawati Soekarnoputri, kepada mahasiswanya.
Salah satu penegasan yang disampaikan
Heryawan dalam kuliah umumnya, yakni soal pentingnya mahasiswa Islam
juga memperdalam ilmu pengetahuan umum dan teknologi (iptek). Pasalnya,
generasi muda Islam-pun wajib tampil sebagai profesional di berbagai
bidang --tak terkecuali dunia politik.
Bila sosok profesional yang juga
menguasai ilmu agama memimpin masyarakat, menurut Aher lagi, kemajuan
dan kesejahteraan bersama lebih terarah. "Kalau berilmu agama,
kemungkinan penyimpangan akan kecil. Bila di pemerintahan, mereka akan
jauh dari tindak korupsi," tegas Aher. Di Pondok Mahasiswa Al-Hikmah,
Cagub Heryawan saat berkeliling meninjau fasilitas kampus mengatakan,
perguruan tinggi ini perlu segera dipacu perkembangannya agar setara
dengan pergutuan tinggi lain.


20.56
PKS KLAPANUNGGAL
0 comments:
Posting Komentar