Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Jumat, 11 Januari 2013

KH Hasyim Muzadi: Kriteria Pemimpin Jabar Peduli Pesantren


DEPOK - Tokoh bangsa KH Hasyim Muzadi, yang juga sesepuh Nahdlatul Ulama (NU), memaparkan kriteria Gubernur Jabar 2013-2018 menurut kacamatanya. Menurutnya, pemimpin provinsi berpenduduk terbesar di Indonesia ini --yang dikenal agamis-- wajib sosok yang memahami utuh dunia pendidikan umum, serta peduli pada kemajuan pesantren. KH Hasyim Muzadi menegaskan kriteria itu saat ditanya wartawan di Depok, Jabar, Jumat (11/1), soal bagaimana sepatutnya warga Jabar dalam memilih pemimpin dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah atau Pemilihan Gubernur (Pilgub) yang segera digelar pada 24 Februari nanti. Baginya, memilih pemimpin metodanya sederhana, namun jangan sampai keliru menetapkan kriteria.
"Kriteria pemimpin; asal dia mau melihat umat melibihi dirinya," tukas mantan Ketua Pengurus Besar NU (PBNU). Intinya, menurut tokoh umat ini, pemimpin harus rela berjuang untuk orang banyak, melebihi perhatiannya pada diri sendiri. Karenanya, ulas KH Hasyim memberi panduan kepada warga Jabar, warga sepatutnya memilih kandidat Pilgub 2013 yang memiliki rasa pengorbanan yang lebih tinggi dibanding kontestan lain.
Mengenai kunjung Calon Gubernur (Cagub) Jabar 2013-2018 Ahmad Heryawan ke Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Depok/Sekolah Tinggi Kulyatul Qur'an Al-Hikam Depok yang diasuhnya, pada Jumat (11/1), salah seorang tokoh sentral NU ini menegaskan, seluruh Cagub Jabar dapat berkunjung ke Al-Hikam Depok. "Tapi yang Gubernur kan cuma satu; Heryawan. Dia meninjau ke sini (adalah) kewajibannya, dan saya wajib untuk menghormatinya," ujar KH Hasyim Muzadi.
Cagub Heryawan, saat berada di Pondok Mahasiswa Al-Hikam Depok, berdialog dengan para penghafal Al-Quran (hafidz). Di sini, Heryawan --yang juga hafidz-- berbagi ilmu dengan santri yang sejak belia sudah menghafal Al-Quran 30 juz.
Aher Mohon Nasihat KH Hasyim Muzadi Untuk Jabar Terbaik
Calon Gubernur (Cagub) Jawa Barat periode 2013-2018 Ahmad Heryawan mengunjungi Sekolah Tinggi Kullyatul Qur'an (STKQ) Al-Hikam Depokn di Kecamatan Beji, Depok, Jabar, Jumat (11/1). Heryawan tiba sekitar pk 14:00 WIB, diterima pengasuh Sekolah Tinggi Al-Hikam KH Hasyim Muzadi. Usai beramah-tamah, Cagub Heryawan atau Aher menjelaskan kepada wartawan, kunjungannya ke Al-Hikam untuk mengetahui lebih dekat perkembangan sekolah tinggi yang kerap disebut Pondok Mahasiswa Al-Hikam. Aher berada di pondok ini sekitar dua jam.
Menjawab wartawan soal silaturahimnya dengan sesepuh Nahdlatul Ulama (NU), Aher mengatakan, dirinya meminta bimbingan KH Hasyim. "Sebagai orangtua, sebagai tokoh nasional, wajar saya sebagai anak muda meminta wejangan dari beliau untuk menatap masa depan yang lebih baik. Saya minta nasihat bagaimana terus membangun Jawa Barat yang semakin maju," ujar Heryawan --yang juga Gubernur Jabar.
Mengapa memilih mantan Ketua Pengurus Besar NU (PBNU) KH Hasyim Muzadi? Aher mengatakan, visi dirinya dalam membangun Jabar adalah kemajuan yang dilandasi nilai moral. Kemajuan Jabar yang dikehendaki yakni perkembangan seluruh aspek kesejahteraan masyarakat, yang berbasis religi. "Warga Jabar kan relijius, dan KH Hasyim Muzadi jelas tokoh yang tepat dimintai bimbingan," tambahnya.
Dalam kunjungan ke STKQ Al-Hikam, Heryawan didaulat KH Hasyim untuk memberi kuliah umum kepada mahasiswa penghafal Al-Quran. Saat memperkenalkan, tokoh senior NU menyebut Aher sebagai gubernur muda yang juga intelektual muslim. "Kang Aher ini mengenyam pendidikan agama di dalam dan luar negeri. Dia juga birokrat yang memiliki pengalaman di pemerintahan. Jadi, ilmunya bukan cuma dari Kitab Suci, tapi juga pengetahuan yang diperoleh selama memimpin daerah. Seluruh mahasiswa patut memberi perhatian pada materi yang akan disampaikan," ungkap KH Hasyim yang pernah menjadi Calon Wakil Presiden (Cawapres) bersama Megawati Soekarnoputri, kepada mahasiswanya.
Salah satu penegasan yang disampaikan Heryawan dalam kuliah umumnya, yakni soal pentingnya mahasiswa Islam juga memperdalam ilmu pengetahuan umum dan teknologi (iptek). Pasalnya, generasi muda Islam-pun wajib tampil sebagai profesional di berbagai bidang --tak terkecuali dunia politik.
Bila sosok profesional yang juga menguasai ilmu agama memimpin masyarakat, menurut Aher lagi, kemajuan dan kesejahteraan bersama lebih terarah. "Kalau berilmu agama, kemungkinan penyimpangan akan kecil. Bila di pemerintahan, mereka akan jauh dari tindak korupsi," tegas Aher. Di Pondok Mahasiswa Al-Hikmah, Cagub Heryawan saat berkeliling meninjau fasilitas kampus mengatakan, perguruan tinggi ini perlu segera dipacu perkembangannya agar setara dengan pergutuan tinggi lain.
AddThis Social Bookmark Button

0 comments:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates