BEKASI - Gubernur Ahmad
Heryawan meresmikan produksi perdana mobil tipe terbaru PT Toyota Motor
Manufacturing (TMM) di Kawasan Industri MM2100 Cikarang Barat, Kab.
Bekasi, Jabar, Jumat (11/1). Atas produksi perdana Toyota yang diberi
nama Nav1 (baca: Nava-one) ini, Heryawan menyambut baik. Ditegaskan,
Pemprov Jabar mendukung perkembangan PT TMM karena turut memacu
perekomian daerah. "Perkembangan Toyota Motor Manufacturing juga
otomatis membuka lapangan kerja," tandas Heryawan atau Aher.
Menurut Gubernur, semua pihak perlu
menciptakan kondisi yang kondusif bagi perkembangan industri di Jabar.
Industri yang maju, khususnya di Kab. Bekasi, otomatis turut mendongkrak
pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar. "Mari kita juga menciptakan
suasana hubungan perburuhan yang harmonis. Pengusaha dan pekerja adalah
dua pilar kemajuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain," papar
Aher lagi.
Nav1 di Indonesia diproduksi oleh PT
Sugity Creatives. Nav1 adalah mobil multiguna (Multi Purpose Vehicle,
MPV). Seri ini diproduksi untuk segmen atas. Pabrik Sugity Creative
ditargetkan 6.000 unit Nav1 per tahun. Untuk memenuhi target ini, Sugity
menambah tenaga kerja baru sebanyak 275 orang.
Produksi Nav1 Bukti Iklim Investasi di Jabar Solid
Separuh industri manufaktur di Indonesia
berada di Jawa Barat. Ini bukti iklim investasi, keamanan, dan hubungan
pengusaha-pekerja di provinsi berpenduduk terbesar di Indonesia ini
sangat baik. Ahmad Heryawan menandaskan fakta tersebut saat memberi
sambutan, sebelum meresmikan produksi perdana mobil Nav1 (Nav-one) di
Kawasan Industri MM2100 Cikarang Barat, Kab. Bekasi, Jabar, Jumat
(11/1). Mobil jenis Multi Purpose Vihicle ini diproduksi PT Toyota Motor
Manufacturing (TMM) bersama PT Sugity Creative. Peresmian dihadiri
langsung Presiden Toyota Asia Pasifik Iwase dan pimpinan tertinggi Grup
Toyota di Indonesia. Sementara dari pemerintah daerah hadir Bupati
Bekasi Neneng Hasanah.
Gubernur Heryawan mengatakan, keputusan
Grup Toyota menggelontorkan investasi Rp 13 triliun untuk produksi Nav1
merupakan bukti sehatnya iklim bisnis di Bekasi khususnya, dan Jabar
umumnya. "Adalah tidak adil bila Toyota dan Sugity untung, namun
masyarakat Bekasi dan Jabar tidak. Investasi Toyota di daerah ini harus
turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat," tutur Aher.
Aher merinci, jajaran Pemprov Jabar akan
terus memperbaiki proses perizinan dan kepastian hukum sebagai tuntutan
dunia usaha. Pihaknya, kata Aher, tidak merasa puas dengan kondisi yang
ada. Melainkan, mengupayakan iklim usaha yang terus lebih solid.
Industri yang tumbuh, masih menurut Heryawan, akan membuka lapangan
kerja yang bakal mengurangi angka pengangguran. Ujungnya, kata dia,
kesejahteraan masyarakat akan semakin baik. "Pemrov Jabar akan terus
memberi kepastian hukum dan keamanan. Silakan berinvestasi di Jabar.
Kami sudah membuktikan provinsi Jabar tetap aman dan mampu memberikan
suasana yang baik bagi pelaku dunia usaha," tutur Heryawan lagi.
Tak lupa Aher menambahkan, pihaknya
berharap pada dua tahun mendatang di Kab. Bekasi tidak ada lagi bangunan
sekolah dan puskesmas yang buruk. Mengapa? Aher menandaskan, sebab Grup
Toyota melalui program sosialnya turut membenahi dunia pendidikan dan
kesehatan masyarakat Kab. Bekasi. Pada kesempatan yang sama, Gubernur
Heryawan mengungkapkan, pihak Toyota akan membangun Pelabuhan Cilamaya,
Kab. Bekasi. Langkah ini, nilai Aher, wajar karena Toyota Indonesia
termasuk penyumbang terbesar produk industri otomotif ini dalam mengisi
pangsa internasional. Pelabuhan Cilamaya akan dipakai sebagai gerbang
ekspor Toyota. Sementara itu, Presiden Toyota Asia Pasifik Iwase dalam
sambutannya menandaskan, berencana terus meningkatkan nilai investasi di
Jabar. Karenanya, Toyota membutuhkan dukungan kalangan pekerja, mitra
usaha, dan jajaran pemerintah daerah.


20.55
PKS KLAPANUNGGAL
0 comments:
Posting Komentar