Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Rabu, 05 Desember 2012

Kancing Beureum Aher-Deddy Mizwar Usung Simbol Keindonesiaan


JAKARTA - Kontestan Pilgub DKI Jakarta lalu punya simbol kumis dan kotak-kotak, maka di Jabar ada 'Kancing Beureum' alias Kancing Merah. Logo ini menjadi simbol pertama pasangan kontestan yang disosialisasikan pada Pilgub Jabar 2013. Pasangan Cagub-Cawagub Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar memperkenalkan logo resminya tersebut, khusus kepada wartawan, dalam perjalanan kereta api Jakarta-Bandung, Sabtu (1/12). Peluncuran logo digelar di satu gerbong eksekutif KA Agro Parahiyangan yang dipenuhi jurnalis. Ahmad Heryawan --Gubernur Jabar yang kerap disapa Aher-- bersama Cawagub Deddy masuk ke gerbong wartawan setelah KA melaju sekitar 30 menit. Berada di tengah wartawan, Aher dan aktor-budayawan Deddy Mizwar langsung terlibat obrolan santai.
Zairin, anggota Tim Sukses Aher-Deddy Mizwar menjelaskan, ikon Kancing Beureum yang disematkan di baju putih sebagai simbol semangat nasionalisme kedua sosok kandidat. "Kang Aher dan Kang Deddy Mizwar berdiri di atas semua golongan warga Jabar karena itulah keindonesiaan," tandas Zairin.
Logo Kancing Beureum terdiri atas lingkaran berdasar merah dengan empat lubang. Ini simbol empat pilar kebangsaan; UUD 1945, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Sementara lima helai benang yang saling menguatkan melambangkan simbol 5 sila Pancasila. Sementara perpaduan baju putih dan kancing, serta bendera kecil di dada, merujuk pada keberanian mengusung kebenaran dan sikap antikorupsi.
"Keempat Pilar Kebangsaan yang saling menguatkan menjadi landasan semangat, berpikir, dan bertindak figur Cagub dan Cawagub ini. Perjalanan pengabdian Kang Aher di birokrasi dan Kang Deddy Mizwar di dunia film serta budaya, telah membuktikan bahwa mereka senantiasa berusaha mengamalkan nilai filosofi Kancing Beureum," papar Zairin.
Peluncuran logo ditandai pemberian seragam putih berkancing merah, dengan bendera merah putih di dada kiri, kepada perwakilan jurnalis. Seragam khas pasangan yang diusung PKS, Hanura, PPP, dan PBB ini diserahkan langsung Aher dan Deddy Mizwar.
Dalam dialog dengan wartawan Ahmad Heryawan menegaskan, Pilgub bukan semata agenda politik. Pilgub, menurutnya, peristiwa budaya yang menempatkan pasangan kandidat sedang melamar rakyat untuk menjadi pelayan. "Kami tak bicara sekadar kewenangan dan kekuasaan. Ini jusyru era pelayanan," tegas Aher.
Heryawan juga menandaskan, proses koalisi maupun persandingannya dengan surtadara kondang Deddy Mizwar sama sekali tidak ditandai politik transaksi. "Kami berani bersumpah," ujar Aher lagi. Deddy Mizwar juga mengungkapkan, tidak ada alasan bagi pasangan ini untuk tidak kompak sejalan, bila nantinya dipercaya memimpin Jabar pada 2013-2018. "Tergantung niat awal dan komitmen untuk menempatkan diri di posisi sebenarnya. Kalau wakil ya jangan bertindak sebagai gubernur. Itu khianat namanya," ulas Cawagub Deddy Mizwar.
AddThis Social Bookmark Button

0 comments:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates