Kredit Cinta Rakyat Rp 100 M
MARTADINATA (GM) - Untuk memotivasi dan mengembangkan jumlah pelaku usaha di Jawa Barat, pemerintah provinsi berencana menambah anggaran untuk program Kredit Cinta Rakyat (KCR) sebesar Rp 100 miliar pada tahun 2013. "Mudah-mudahan KCR bisa ditambah lagi anggarannya sekitar Rp 100 miliar. Sehingga apabila digabungkan dengan 2012, jumlahnya menjadi Rp 265 miliar," kata Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan selaku keynote speaker pada acara Diskusi Ekonomi Optimalisasi Kewirausahaan dan UMKM Jabar 2012 yang digelar Forum Diskusi Wartawan Ekonomi Bandung di Hotel The Newton, Jln. L.L.R.E. Martadinata Bandung, Rabu (5/12).
MARTADINATA (GM) - Untuk memotivasi dan mengembangkan jumlah pelaku usaha di Jawa Barat, pemerintah provinsi berencana menambah anggaran untuk program Kredit Cinta Rakyat (KCR) sebesar Rp 100 miliar pada tahun 2013. "Mudah-mudahan KCR bisa ditambah lagi anggarannya sekitar Rp 100 miliar. Sehingga apabila digabungkan dengan 2012, jumlahnya menjadi Rp 265 miliar," kata Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan selaku keynote speaker pada acara Diskusi Ekonomi Optimalisasi Kewirausahaan dan UMKM Jabar 2012 yang digelar Forum Diskusi Wartawan Ekonomi Bandung di Hotel The Newton, Jln. L.L.R.E. Martadinata Bandung, Rabu (5/12).
Diskusi ekonomi ini melibatkan Ketua
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jabar Yedi Karyadi,
Kadisperindag Jabar Ferry Sofwan Arief, Sekda Kota Bandung Edi Siswadi,
Wakil Ketua Kadin Jabar Iwan Gunawan, dan Acuviarta Kartabi selaku
pengamat ekonomi dari Universitas Pasundan Bandung.
Heryawan menambahkan, selama ini Pemprov
Jabar terus menggenjot penetrasi serapan KCR agar tepat sasaran.
Program KCR juga berencana mengurangi beban agunan. Dengan melibatkan
lembaga penjamin pinjaman daerah. Dengan begitu, diharapkan pelaku UMKM
hanya menanggung beban agunan sebanyak 40% saja. Menurutnya para pelaku
usaha dan wirausaha baru perlu lebih dikembangkan. Selama ini pemprov
terus berusaha meningkatkan itu melalui berbagai program, salah satunya
melalui program KCR.
"Untuk mengembangkan wirausaha baru,
perlu peran serta semua pihak. Saat ini, jumlah pelaku usaha di
Indonesia masih di bawah 1% dari jumlah penduduk, dan itu masih kurang
untuk negara maju dan berkembang. Oleh karena itu, kita terus dorong itu
secara bertahap. Tahun depan diharapkan bisa mencapai 2% dan dua tahun
yang akan datang jumlahnya bisa mencapai 4% dari jumlah penduduk,"
katanya.
BJB siap memfasilitasi
Sementara itu, Bank BJB berkomitmen
mendorong para pelaku usaha muda dan kewirausahaan di Jawa Barat. Bahkan
Bank BJB pun siap memfasilitasi pembiayaan dan melakukan pendampingan
bagi para pelaku usaha muda. "Pada dasarnya penumbuhan wirausaha baru
merupakan tanggung jawab bersama. Bank BJB memiliki program untuk
pengembangan para pelaku UMKM baik melalui Saung UMKM maupun program
Kredit Cinta Rakyat. Yang pasti, Bank BJB siap memfasilitasi pembiayaan
para pelaku kewirausahaan muda," jelas Pemimpin Divisi Mikro Bank BJB,
Benny Riswandi.
Benny mengatakan, para pelaku usaha muda
dan wirausaha baru sebetulnya memiliki potensi yang cukup besar dalam
mengembangkan usahanya melalui akses pembiayaan perbankan. Apalagi saat
ini pemerintah pun memiliki program pembiayaan untuk mendorong para
pelaku UMKM dan wirausaha muda. Seperti melalui Kredit Cinta Rakyat yang
digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Melalui KCR, para pelaku
UMKM dan wirausaha muda bisa mengakses pembiayaan dengan mudah dengan
suku bunga yang sangat rendah, yaitu 9,3% per tahun. Selama ini banyak
pelaku UMKM yang mendapat fasilitas pembiayaan kredit tersebut. Terlebih
program kredit tersebut sangat membantu pengembangan para pelaku UMKM.
"Program KCR bisa diakses para pelaku
UMKM dan wirausaha muda. Tentunya itu akan sangat membantu pengembangan
usaha mereka. Minat para pelaku usaha terhadap program KCR sangat
tinggi. Hal itu terlihat dari penyalurannya saat ini. Hingga bulan
November 2012, kreditnya sudah mencapai Rp 103 miliar," jelasnya. (B.99)
Sumber: Harian Galamedia - Kamis, 06 Desember 2012


05.13
PKS KLAPANUNGGAL
0 comments:
Posting Komentar