“Ini merupakan bagian dari upaya kita
bersama dalam mengantisipasi agar ternak yang menjadi hewan Qurban
memenuhi syarat kesehatan hewan sesuai dengan syariat Islam. Juga
diimbau agar masyarakat memperhatikan faktor kesehatan hewan. Jangan
hanya melihat tampilan fisik luar hewan saja. Demikian juga dengan para
pedagang agar menjual hewan Qurban dengan memperhatikan kesehatan, tidk
cacat, cukup umur, berkelamin jantan dan baik tampilan fisiknya,” tegas
Herayawn saat memberikan arahan di depan Tim Pemeriksaan Kesehatan Hewan
Qurban tahun 2011/1432 Hijriyah di Halaman Gedung Pakuan, Senin (31/10)
pagi.
Lebih lanjut Heryawan meminta agar para
petugas menjalankan tugas dengan baik dan seksama. Tugas tersebut
bernilai ibadah karena memberikan jaminan rasa aman dalam mengkonsumsi
daging hewan Qurban.Kebutuhan hewan Qurban yang meningkat menjelang Idul
Adha menuntut perhatian khusus dalam memeriksa dan mengawasi arus
lalulintas hewan ternak, baik yang masuk maupun keluar Provinsi Jawa
Barat. Apalagi terjadi peningkatan jumlah hewan Qurban dari tahun 2009
yang hanya 242.612 ekor, menjadi 255,828 ekor pada tahun 2010. Dan tahun
2011 ini menjadi 269.243 ekor.
Dalam laporannya Kepala Dinas Peternakan
Jawa Barat Koesmayadie TP menyatakan pemeriksaan hewan Qurban merupakan
kegiatan yang penting dan dilaksanakan setiap tahun oleh Dinas
Peternakan dan sejumlah instansi terkait lainnya. Adapun tujuan dari
kegiatan ini adalah memenuhi kebutuhan masyarakat akan hewan dan daging
Qurban yang sehat, layak dan memenuhi ketentuan syariat Islam.
“Sebelumnya sudah dilaksanakan sosialisasi kepada panitia Qurban di
sejumlah Kabupaten/Kota. Pelatihan di sejumlah Masjid. Penyebaran poster
dan leaflet terkait dengan tatacara memotong hewan yang baik,”
ungkapnya.


04.59
PKS KLAPANUNGGAL
0 comments:
Posting Komentar