Siang tadi (Jumat 30 September 2011) saya diminta Syakaa Organizer menggantikan Dr. Hidayat Nurwahid (HNW) untuk mengisi Tabligh Akbar dan Pembukaan Islamic Book Fair di GOR UNY Yogyakarta. Dr HNW yang semula dijadwal mengisi acara tersebut, mendadak membatalkan karena masih memimpin kegiatan Konferensi Parlemen Asia Pasifik (APA) di Solo yang dihadiri utusan dari 17 negara, dan malam ini akan terbang ke Iran untuk tugas kerjasama antar parlemen.
Saya membalas email panitia, dengan ungkapan “Saya akan hadir dan mengisi acara tersebut sebagai diri saya sendiri, bukan menggantikan Dr. HNW”.
Pekerjaan “menggantikan” itu memang berat, karena selalu menimbulkan kekecewaan. Peserta acara hadir membayangkan akan mendapatkan pencerahan dari Dr. HNW, ternyata yang datang hanya seorang Cahyadi Takariawan. Tapi bagaimana lagi, acara harus tetap berlangsung, maka dengan memberanikan diri saya menyanggupi hadir.
Beruntung di forum ditemani mas Kuncoro Kalepo, sehingga bisa menjadi teman bercanda saat mengisi acara. Sebelum mengisi acara, sayapun menyempatkan mengirim sms kepada Dr. HNW, menyampaikan kalau saya diminta panitia menggantikan beliau di Pembukaan Islamic Book Fair. Beliau membalas sms saya, “Barakallahu fikum”.
Tadi pagi takmir sebuah masjid di Yogyakarta kontak saya melalui telepon menanyakan apakah saya memiliki nomer HP ustadz Anis Matta. Saya tanyakan apa keperluannya ? Dijawab, akan mengundang ustadz Anis Matta mengisi kegiatan di masjidnya. Saya sampaikan, silakan saja mengundang beliau, namun harus siap konsekuensi kalau secara mendadak beliau nantinya membatalkan karena ada tugas sebagai pimpinan DPR RI yang tidak bisa ditinggalkan.
Saya sampaikan, kalau nama-nama besar dipajang, nanti seandainya beliau berhalangan hadir, siapapun akan merasa tidak nyaman menjadi pengganti. Panitia pasti akan kesulitan mencari muwajih pengganti, karena memang tidak ada yang bisa menggantikan tokoh di hati para pecintanya. Saat audiens berharap mendapat semangat dan pencerahan dari ustadz Anis Matta, ternyata digantikan oleh seorang “ustadz lokal”, tentu akan mengecewakan.
Saya sih selalu siap menggantikan, karena “daripada acara batal” padahal panitia sudah menyebar publikasi, meminjam tempat, dan menyiapkan segala sesuatu. “Tiada rotan, rongsokan besi pun jadi”, begitulah prinsip efisiensi. Show must go on, jangan sampai acara batal hanya karena pembicara utama tidak hadir.
Alhamdulillah, tadi siang “berhasil” mengisi acara pertama di Jogja Islamic Book Fair. Tentu saja peserta acara kecewa, karena Dr. HNW tidak bisa hadir. Namun toh saya sudah siap menjadi tumpahan kekecewaan. Hehehe…


21.47
PKS KLAPANUNGGAL
0 comments:
Posting Komentar